Posts

Showing posts from July, 2015

Kiat Hemat Ramdhan Pas Patah Hati

Image
Kamu ini ada-ada saja ! Sudah tau pak lek galau, malah minta tips kiat hemat yang nggak ada nyambungnya dengan fak pengetahuanku. Sebut saja bocah peminta-minta itu bernama  Mohammad Khadziqun Nuha  (admin tunggal group IAIN Tulungagung) yang barangkali sedang "loro bronto" juga pas mbarengi kesibukannya mengerjakan thesis S2 nya. Tapi ya wajar, belajar hemat itu memang perlu, apalagi pas patah hati biasanya keuangan menjadi tidak ter kontrol. Dihambur2kan seolah-olah: lebih baik harta ilang dadipada cinta melayang. Yang demikian wajar, akibat kamu frustasi— Bentar, saya sapa dia dari balik layar: Hai, khadiq !! apa kau sudah terlanjur mengandaikan besok foto keluarga bareng pacar pas acara wisudamu ? Ku akui betul, memang berubah boros. Begitupun pak lek, uang hasil kerja yang seharusnya bisa untuk bekal setengah bulan, habis dalam waktu semalam. Pak lek buat mabok-mabokan bersama teman, yaitu beli es marimas satu ember setelah itu kepala diputer-puter 20 kali, mabok ...

Patahkan Hatiku Asal Jangan Patahkan Penaku

Image
Salam Persma !!! Wuih.. salam sakral penuh berapi-api tiap kali kami berkumpul dengan pegiat literasi /pers mahasiswa se-Indonesia dan sekiranya perjumpaan terakhir kami 2 tahun lalu saat di Mataram, NTB. Satu pembahasan menarik tentang upaya meningkatkan produktivitas menulis di kalangan mahasiswa. Banyak terobosan ide yang muncul seperti mengadakan kelas menulis, ngaji jurnalistik dan roadshow ke-literasi-an. Namun pada kenyataannya, cara-cara itu tidak terbukti ampuh. Maka, sebagai senior goblog yang dituakan, sudah saatnya saya angkat bicara, kasih solusi terbaik. Paklek akan memaparkan cara membangun semangat literasi dari perspektif berbeda, anti mainstream. Cara ini terbukti efektif dan berhasil, sebab penelitian menggunakan sejenis pendekatan partisipatoris, yakni paklek sendiri sudah membuktikan sebagai pelaku peneliti sekaligus korban kelinci percobaan. Penelitian dengan menggunakan pendekatan partisipatoris itu ya penelitian yang memang harus melibatkan diri si p...

Kiat-kiat Memahami Maksud Ungkapan Wanita

Image
Setidaknya, setelah tak sengaja membaca tulisan Iqbal Aji Daryono (penulis out of the truck box — aku bantu ngiklan bung !!) tentang tips memahami maksud dibalik ungkapan wanita, aku sedikit lebih bisa mengerti. Bahwa kebodohanku sebagai lelaki selama ini — bukan mengeluh soal salah kelamin — tak jarang bikin "blunder" yang merugikan diriku sendiri. Kebodohan karena terlalu polos : lugu dalam menjalin kemesraan, bermodal kesetiaan, ternyata itu semua tidak cukup. Bahkan terkadang kita sebagai lelaki terlalu grusa-grusu melangkah, sehingga lengah tak bisa ngeramut wanita. Kita perlu belajar dari sini, dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, agar tidak berujung pada penyesalan di akhir — sebab kalo di awal namanya pendaftaran. Termasuk dalam hal cepat tanggap memahami maksud wanita juga perlu diperhatikan. Bila wanita mengutarakan maksud dengan bahasa kiasan, kita dituntut untuk pandai-pandai menerjemahkan - yang bahkan lebih sulit daripada menerjemahka...

5 Fase Hidup Terpopuler 2015 Semester 1 versi Pak Lek

Image
Fase hidup ini memang tidak bisa dipukul rata berlaku untuk setiap orang. Tapi setidaknya, tanpa disadari akan ada suatu masa dimana kita membenarkan analisis pak lek tersebut. Eh, tapi bisa jadi saya salah lho. Aku cuma menyampaikan ulang pendapat teman-temanku, jadi kalo nanti ada yang keliru, salahkan saja temanku itu. Fase 1). Semua akan "MAPAN" pada waktunya. Kata keresahan @sanghyang nurrasa Komentarku: iya donk!! Menjadi mapan itu benar dan perlu. Biar gregetnya itu ada harapan lebih disayang pacar dan calon mertua. Paklek itu kan pengennya kelak menjadi sosok keluarga yang SUAMIABLE juga menantu-able. Bukankah kita hanya bisa bilang "pret" melihat poster-poster dengan tulisan: menantu yang baik adalah kader-kader aktivis *M*&***I. Sementara slogan tersebut jelas bertolak belakang dengan gaya hidupnya. Mereka-mereka, yang bahkan sama sekali tidak pernah berupaya memantaskan diri sebagaimana dimaksud dalam e-book kiat-kiat menjadi menantu baik...

Tips Bunuh Diri yang Elegan dari Paklek

Image
Sejak kecil, mama selalu mengajarkanku untuk jeli dalam mengambil keputusan. Mulai dari keputusan kecil seperti hari ini perlu mandi apa nggak, bahkan sampai yang besar semacam hari ini mandi besar apa enggak. Namun sudah gedhe gini kadang aku malah lupa tidak matang dalam mengambil keputusan. Sangat buru-buru sehingga berisiko berakhir pada penyesalan. Sepertihalnya dalam hal cinta misalnya, banyak dialami teman-temanku cewek, sebuah fenomena dimana sang mantan semakin terlihat menawan setelah bersama orang lain. Penyesalan itu semakin menjadi-jadi setelah sadar bahwa kekasih barunya ternyata tidak ganteng2 amat seganteng pak lek, karena dulu nembaknya terlalu keburu-buru pelarian saja. Di bidang akademik juga demikian, mahasiswa2 sering mengeluh keburu salah pilih jurusan. Padahal kan jurusan itu ibarat wanita, sama-sama nggak pernah salah. Akibatnya, skripsi nggak selesai-selesai, stres, terus bunuh diri. Terutama pas patah hati sangat memicu siapapun untuk bunuh diri...

Tempat2 Romantis Buat Mutusin Kekasih

Image
Banyak orang bertanya-tanya, untuk apa menjalin kasih bila putus malah jadi musuhan? Sudah susah-susah taarufan namun ujungnya menjadi orang yang tidak saling tegur sapa seumur hidup? Bahkan menaruh kebencian abadi. Konsepsi tersebut udah seharusnya untuk direvisi. Putus cinta kan nggak berarti tidak ada hubungan apa pun, putus tali silaturahmi. Untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang bakalan terjadi akibat mutusin nanti, maka sudah menjadi tanggung jawab pak lek untuk selalu mewanti-wanti, dengan menyuguhkan artikel berkelas ini, tentang sebuah tips bila mau putusin sebuah hubungan. Karena paklek hari ini adalah orang yang sangat sibuk, aku hanya bisa ngebantu tipsnya dengan cara merangkum dari berbagai sumber di internet. Sama seperti cara kalian mengerjakan makalah saat sibuk itu, kan? Yang jelas, aku tidak mau generasi setelah paklek nanti merasakan kepahitan sebagaimana cerita paklek yang sudah2 saat berasmara, diputusin dengan cara yang tidak elegan. Biarlah cerita bur...