Posts

Showing posts from February, 2014

Hadiah Caci Maki Buat Relawan

Sewaktu aku jalan ke lokasi bencana Gunung Kelud Kediri, tak sengaja bertemu dengan wajah-wajah mahasiswa sekampusku. Sejak hari pertama bencana, Jumat, 14 Februari 2014 mereka menjadi relawan. Sebagian di delegasikan oleh organisasi, sebagian yang lain terbentuk dari kelompok dadakan. Aku bertemu dengan mereka di sana, bahkan elemen yang tak aku kenali sebelumnya. Kesemuanya mungkin telah terpanggil jiwa ke- voluntery- annya. Oh, mulia sekali.  Atau mungkin mau ke lokasi  bencana, hanya karena kebetulan nganggur saja. Dari pada tidak ada aktifitas lain. Atau mungkin buat narsis-narsisan, perseorangan yang narsis maupun narsisme organisasi. Entahlah motifnya apa, yang jelas dalam hatiku bersyukur sekali, di zaman yang kerapkali dianggap serba  apatism ini, ternyata masih ada hati yang humanis. Kita yang sebelumnya tidak saling mengenal di kampus, kini dipersatukan oleh bencana. Sesuatu yang menyengsarakan, memang kerap kali mempersatukan. Sebagaima...

The Power of Berak

Berak adalah fase konsentrasi tertinggi- selain sholat. Begitu kata kawanku, saat aku masih punya kawan. Banyak ide liar muncul di saat kita sedang berak. Mau nggak mau, saya membenarkan pernyataan tersebut. Karena, akupun merasakan demikian. Tindakan apapun yang saya lakukan di hari itu, semuanya adalah kendali konsep yang muncul terencana di pagi hari saat berak. Sebelum mengeksekusi sebuah pekerjaan, maka ibaratnya berak itu adalah jam-jam meeting untuk menyusun strategi, mengkompromikan antara kehendak hati dan pikiran untuk diselaraskan. Apa yang musti dilakukan di hari itu, haruslah berdasarkan hasil kebijakan rapat perusahaan, yakni saat berak. Dan saya kira, demikian juga banyak orang mengakui hebatnya kekuatan konsentrasi saat berak. Tindakan yang “sukses” adalah tindakan yang terencana. Perencaan yang baik menentukan hasil yang memuaskan. Sebab, gagal dalam merencakan itu sama artinya dengan merencakan kegagalan. Nah, merencakan sesuatu itu kan belum tentu bis...