Hadiah Caci Maki Buat Relawan
Sewaktu aku jalan ke lokasi bencana Gunung Kelud Kediri, tak sengaja bertemu dengan wajah-wajah mahasiswa sekampusku. Sejak hari pertama bencana, Jumat, 14 Februari 2014 mereka menjadi relawan. Sebagian di delegasikan oleh organisasi, sebagian yang lain terbentuk dari kelompok dadakan. Aku bertemu dengan mereka di sana, bahkan elemen yang tak aku kenali sebelumnya. Kesemuanya mungkin telah terpanggil jiwa ke- voluntery- annya. Oh, mulia sekali. Atau mungkin mau ke lokasi bencana, hanya karena kebetulan nganggur saja. Dari pada tidak ada aktifitas lain. Atau mungkin buat narsis-narsisan, perseorangan yang narsis maupun narsisme organisasi. Entahlah motifnya apa, yang jelas dalam hatiku bersyukur sekali, di zaman yang kerapkali dianggap serba apatism ini, ternyata masih ada hati yang humanis. Kita yang sebelumnya tidak saling mengenal di kampus, kini dipersatukan oleh bencana. Sesuatu yang menyengsarakan, memang kerap kali mempersatukan. Sebagaima...