5 Fase Hidup Terpopuler 2015 Semester 1 versi Pak Lek
Fase hidup ini memang tidak bisa dipukul rata berlaku untuk setiap orang. Tapi setidaknya, tanpa disadari akan ada suatu masa dimana kita membenarkan analisis pak lek tersebut.Eh, tapi bisa jadi saya salah lho. Aku cuma menyampaikan ulang pendapat teman-temanku, jadi kalo nanti ada yang keliru, salahkan saja temanku itu.
Fase 1). Semua akan "MAPAN" pada waktunya.
Kata keresahan @sanghyang nurrasa
Komentarku: iya donk!! Menjadi mapan itu benar dan perlu. Biar gregetnya itu ada harapan lebih disayang pacar dan calon mertua. Paklek itu kan pengennya kelak menjadi sosok keluarga yang SUAMIABLE juga menantu-able.
Bukankah kita hanya bisa bilang "pret" melihat poster-poster dengan tulisan: menantu yang baik adalah kader-kader aktivis *M*&***I. Sementara slogan tersebut jelas bertolak belakang dengan gaya hidupnya. Mereka-mereka, yang bahkan sama sekali tidak pernah berupaya memantaskan diri sebagaimana dimaksud dalam e-book kiat-kiat menjadi menantu baik yang baru saja saya download. Disana dijelaskan, seputar kriteria idaman & salah satu ciri menantu kesayangan adalah punya pekerjaan mapan.
Tentunya saya nggak mau seperti anak ini, sebut saja namanya mas @didieq (bukan nama samaran- kog nggak bisa di-mention tow) yang terancam ditalak tiga oleh mertuanya lantaran masih memberlakukan prinsip antikemapanan dalam berumah tangga. Namun kabar terakhir tentang orang ini jauh lebih baik, semoga.
Tak amat-amati, ada benarnya juga memang gus menyimpulkan pernyataan "bahwa semua akan mapan pada waktunya" tersebut. Melihat fenomena kerabat aktivismu yang dulunya gondrong-gondrong itu sekarang bondong-bondong medaftarkan diri menjadi dosen luar biasa, rela menjadi guru honorer PNS (Pegawai Negeri Swasta) atau setidaknya punya pekerjaan kantoran yang tujuan mereka tak lain adalah berkarir mapan. Mungkin mereka memimpikan rencana hidup kelak yang lebih layak, dengan cara memprediksikan diri menjadi guru sang pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka tak seperti keadaan kita sekarang gus, "pahlawan tanpa tanda tamat belajar" yang hanya bercita2 menjadi politisi jalanan ekstraparlemen.
Namun, pandangan cara hidupku tentang antikemapanan itu mungkin akan saya akhiri di tahun ini.
Kalo gus menghendaki resolusi anti kemapanan, silahkan terus-terusno. Namun bila kelak ternyata saya menjumpaimu di Yayasan Gunung Anyar dalam keadaan engkau duduk ongkang-ongkang bersarung serta pasang tangan agar satu persatu santriwati papamu mengantri cium tanganmu, ih, naudzubilah binggo.
Hukum 22a: "menjadi honorer pegawai negeri swasta (PNS) gak apa-apa, asal mapan".
2) Semua akan "ALAY" pada waktunya.
kata temannya teman Saiful Mustofa
Mungkin bermula dari keresahannya melihat fenomena menggelikan, banyak cowok garang, macho, berpostur atletis tapi kemana-mana bawanya tongsis.
Meratapi hal menjijikan itu, bahkan mas ini sekalipun berani bersumpah, untuk kepilih mendedikasikan diri menjadi jomblo abadi ketimbang kelak dipaksa dek pacar untuk narsis foto welfi.
Hukum 22b : "pegang istri orang tidak apa-apa, asal jangan sekali-kali pegang tongsis".
3) Semua akan "INDAH" pada waktunya
kata Ihsan Gente Comune
Tiga tahun memang telah berlalu. Mungkin mamas udah lupa kata-kata ini, seiring cinta melupakanmu satu-satu persatu. Meratapi wanita yang datang silih berganti menggores luka hati mamas. Ada wanita yang hanya memberi harapan palsu, ada wanita yang hanya mengetuk pintu hatimu dengan ragu-ragu namun pada akhirnya malah menjauh dengan mencari-cari kesalahanmu. Mamas memang sakit memang.
Mamas juga sedih, gara-gara masalah lain apa aku juga kurang tau. Mungkin gara-gara ditinggal selingkuh, tidak diajak selingkuh, tidak diselingkuhin, ditolak, di PHP.
Sebenarnya tak sampai hati saya mengingat kembali akan hal ini. Aku takut bila karma itu mengenaiku juga. Mamas yang waktu itu, oh Tuhan, tak sampai hati, entah kenapa waktu itu kamu begitu percaya kalimatnya pak mario ini. Mungkin tak ada kata motivasi lain yang lebih manjur untuk menghibur diri selain meyakini kata ampuh ini.
Hati kecilku ingin sekali meluruskan, bahwa motivasi ini hanya semu dan palsu, apalah daya aku yang tak mampu berani bantah sedikitpun, sebab takut bila kau usir dari kontrakanmu.
Saya jadi kepikiran, apa benar semua akan indah pada waktunya, bila iya, berarti ada peluang masa depan cerah bagi saya yang hanya anak desa pemungut ranting bakar ini.
Kuliah menjauh dari rumah, anak kos sakit-sakitan, IPK seadanya, setelah sekian lama menjomblo, tiba-tiba mengenal perempuan cantik (janda muda) ibu kota kaya raya menaksir tergila-gila padaku, lantaran terpukau oleh tulisan-tulisan inspiratif yang tak sengaja ia klik pada sebuah tautan hebat fikri-go.blogspot.com
Memang benar adanya, wanita mana yang tak akan "lumer" hatinya bila berkempatan mengenal penulis terpopuler - yang popularitasnya hanya bisa ditandingi oleh Jonru tersebut.
Oh, bermekaran hatiku, seketika dunia akan berubah menjadi rerumputan dengan bunga-bunga terangkai diatasnya. Kami b
Kami berdua berputar putar mengelilingi pohon, dan saatnya itulah bernyanyi lagu "kuch-kuch hotahe".
Hukum 22c : "semua indah, hanya ada di FTV".
4) Semua akan "MELANKOLIS" pada waktunya.
Kata hatiku.
Didepan podium angkat tangan kiri tinggi-tinggi terkepal sambil menyanyi lagu darah juang, buruh tani mahasiswa, revolusi sampai mati.
Namun di kamar mandi ia bernyanyi lagu tentang yolanda dan syair bintang 14 hari milik andika. Playlist di smartpone terbarunya lagu-lagu sheila on 7 yang judulnya: betapa, pria kesepian, yang terlewatkan, bait pertama, mudah saja, my lovely.
Di depan adek-adeknya ia berfatwa dengan berapi-api tentang dalil-dalil keummatan, tentang ghiroh perjuangan. Namun di dinding facebook ia berpuisi bersajak soal hati, anggur & rembulan, ikan paus & bunga padi, drakula & putri salju, serta puisi tentang bidadari pagi.
- Di depan follower ia adalah orang sakit yang pura-pura sehat. Di kamar tidur ia adalah orang sekarat yang pura-pura sakit, dan hatinya adalah orang mati yang pura-pura sekarat -
Hukum 22d : "ini quote inspiratifku, mana punyamu?"
5) Semua akan men-JONRU pada waktunya; Semua akan me-LULUNG pada waktunya.
Kata Habibur Rohman (maaf pinjam nama bro)
Tentang siapa membela apa, siapa menertawakan siapa, menukar apa dengan apa, siapa meninggalkan siapa? Siapa yang tulus diantara kita? Siapa yang paling setia diantara semua ? Siapa menyalahkan siapa? Kenapa memperhatikan siapa? Kenapa mengabaikan siapa?
Tentang itu semua.
Dan tentang : siapa yang sebenarnya menyakiti siapa?
***
Demikian 5 hukun abadi versi fikri yang hatinya lagi goblog.
Oleh Fikri Mustofa
Comments
Post a Comment