Kiat-kiat Memahami Maksud Ungkapan Wanita

Bahwa kebodohanku sebagai lelaki selama ini — bukan mengeluh soal salah kelamin — tak jarang bikin "blunder" yang merugikan diriku sendiri. Kebodohan karena terlalu polos : lugu dalam menjalin kemesraan, bermodal kesetiaan, ternyata itu semua tidak cukup.
Bahkan terkadang kita sebagai lelaki terlalu grusa-grusu melangkah, sehingga lengah tak bisa ngeramut wanita. Kita perlu belajar dari sini, dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, agar tidak berujung pada penyesalan di akhir — sebab kalo di awal namanya pendaftaran.
Termasuk dalam hal cepat tanggap memahami maksud wanita juga perlu diperhatikan. Bila wanita mengutarakan maksud dengan bahasa kiasan, kita dituntut untuk pandai-pandai menerjemahkan - yang bahkan lebih sulit daripada menerjemahkan makna "alif lam mim" pada surat al-baqoroh. Kita harus cekatan : cag-ceg, wat-wet, mag-meg !!!
Bila berhasil, insya allah kita bisa memegang kunci sukses suatu hubungan yang lebih kekal, tidak fana'.
Berikut beberapa ungkapan yang perlu dipahami:
***
1). Disaat pacarmu bilang: “Ayahku ingin kamu lulus semester depan, yank. Biar kita bisa cepat nikah.”
Segeralah tanggap !! Kamu sadar diri kalo beban teori kuliahmu masih sisa 64 SKS, malah-malah ada 10 mata kuliah yang harus diulang, bahkan skripsi masih pada level cita-cita, sebaiknya kalian mengerti maksud sebenarnya: pacarmu minta putus !!
2). Saat pacarmu bilang: “yank, mama ingin punya mantu PNS.”
Tolong segera tanggap. IPK-mu berposisi pada kuadran mengharukan—pacarmu tahu pasti bahwa mustahil bagimu mengejar angka dua koma dalam empat semester ke depan. Dia juga tahu banget bapakmu bukan tuan takur yang bisa jual sawah untuk ongkos ‘lolos seleksi’ PNS. Maka, kamu harus sadar kenyataan: pacarmu minta putus.
3). Cewekmu bilang: “Beib, aku sayang kamu. Tapi keluargaku pada nggak suka lihat tato kepik di lehermu.”
Segeralah tanggap. Dia tidak sedang mempermasalahkan rambut gondrong yang bisa dipotong, atau selera pilihan warna baju yang bisa kau ganti kapan saja. Ia bicara tato. Tato, Bung! Ia sedang memberimu pilihan sulit. Menghapus tatomu butuh ongkos jauh di luar kuasa kantongmu. Menambalnya dengan tato yang lebih besar—tato Garuda Pancasila atau Upin-Ipin, misalnya— bisa-bisa memunculkan masalah baru. Atau sebenarnya cewekmu mau kamu menghapus tatomu dengan setrika? Kalo memang gitu, sekali lagi tanggaplah: pacarmu minta putus.
4). Cewekmu bilang: “Beib, aku tau kita ini saling sayang. Tapi kamu lahirnya Jumat Wage, sementara aku Rabu Kliwon. Eyangku keberatan dengan kombinasi itu.”
Segeralah tanggap. Emang kamu bisa mengubah hari lahirmu? Inilah yang sebenarnya terjadi: cewekmu minta putus.
5). Cewekmu bilang: “Beib, aku masih mau kita lanjut. Tapi Ayahnya Upik kayaknya udah mulai curiga sama kita..
”Segeralah tanggap. Jangan ganggu bini orang.
***
Demikian, pelajaran yang bisa saya sampaikan ulang, semoga hubungan kalian semakin sukses : sukses menjadi pelarian, sukses menjalin perselingkuhan dan sukses menjalani masa penantian / pengantrian. Tak seperti paklek yang goblog nan polos ini.
Pesan moral 24a : dimana ada kemauan disana ada jalan, dimana ada kemaluan di situ muncul persoalan.

Comments

Popular posts from this blog

Aku di Rumah Janda

Rintihan Aktivis Hormonal; Kisah Haru Si Bekos

Menjadi Penulis Tanpa Bayaran