Tips Bunuh Diri yang Elegan dari Paklek
Sejak kecil, mama selalu mengajarkanku untuk jeli dalam mengambil keputusan. Mulai dari keputusan kecil seperti hari ini perlu mandi apa nggak, bahkan sampai yang besar semacam hari ini mandi besar apa enggak.
Namun sudah gedhe gini kadang aku malah lupa tidak matang dalam mengambil keputusan. Sangat buru-buru sehingga berisiko berakhir pada penyesalan.
Sepertihalnya dalam hal cinta misalnya, banyak dialami teman-temanku cewek, sebuah fenomena dimana sang mantan semakin terlihat menawan setelah bersama orang lain.
Penyesalan itu semakin menjadi-jadi setelah sadar bahwa kekasih barunya ternyata tidak ganteng2 amat seganteng pak lek, karena dulu nembaknya terlalu keburu-buru pelarian saja.
Di bidang akademik juga demikian, mahasiswa2 sering mengeluh keburu salah pilih jurusan. Padahal kan jurusan itu ibarat wanita, sama-sama nggak pernah salah.
Akibatnya, skripsi nggak selesai-selesai, stres, terus bunuh diri.
Terutama pas patah hati sangat memicu siapapun untuk bunuh diri. Entah patah hati sebab ditinggal selingkuh, tidak diselingkuhin, di PHP, ataupun ditolak cintanya.
Yang lebih miris lagi adalah diputus kekasih padahal kita nggak merasa melakukan kesalahan yang fatal-fatal amat, wanita bisa saja mencari celah kesalahan kecil kita sebagai alasan untuk mutusin. Sehari sebelumnya kita merasa baik-baik saja, kangen-kangenan saling tegur sapa. Nah, di saat puncak-puncaknya cinta sedang menggelora, wanita tersebut malah menelantarkanmu, tiba-tiba kamu dibenci oleh orang yang justru sangat kamu cintai, gara-gara kamu melakukan satu kesalahan sekejap namun tanpa diberi pemakluman. Apalagi sebelumnya si cewek memanggil-manggil "mas" "mas" nggak jelas, met bubug, curhat-curhat sehingga merasa hidup kita serasa jadi orang yang sangat berguna bagi si cinta, nusa dan bangsa. Nah, gimana coba perasaanmu pas itu kamu ditinggalin begitu saja?
Skripsi kurang 3 minggu lagi, eh kog ya pas barengan patah hati. Apalagi coba yang kebayang kalo bukan mendingan bunuh diri saja. Seharusnya kan patah hatinya ditunda, ditawar mbokyao setelah wisuda. Lah kog pas barengan. Ditambah lagi kenyataan pahit bahwa di halaman persembahan skripsi terlanjur ditulis nama my-lovly.
***
Bicara seputar bunuh diri, perlu diingat bahwa bunuh diri itu juga merupakan keputusan hidup, keputusannya untuk mengakhiri hidup. Namun mentang-mentang hendak mengakhiri hidup, bukan berarti grasa grusu tanpa persiapan.
Persiapkan semuanya dengan matang, baik dan benar. Agar tidak menimbulkan kerepotan kepada teman2. Serta, agar hidup yang kita benci ini tidak balas dendam membenci balik.
Karena persiapan ini perlu, maka paklek baru saja browsing tentang tips bunuh diri yang efektif dan elegan. Sangat direkomendasikan, buktinya pak lek puas dengan tips ini, manjur dalam penerapannya:
1. Jauhi keramaian
Orang yang niat bunuh diri dengan cara naik tower atau gedung tinggi pas lagi rame itu sebenernya belum punya kebulatan tekad yang tulus untuk bunuh diri. Hal itu malah kesannya memang agar dilihat orang. Dan berharap agar orang-orang yang tadinya benci berubah jadi simpatik.
Orang yang niat bunuh diri dengan cara naik tower atau gedung tinggi pas lagi rame itu sebenernya belum punya kebulatan tekad yang tulus untuk bunuh diri. Hal itu malah kesannya memang agar dilihat orang. Dan berharap agar orang-orang yang tadinya benci berubah jadi simpatik.
Bila memang niat mau bunuh diri seharusnya kan mencari tempat yang privasi, tidak ada orang lain yang neriakin, nggak merepotkan orang masang matras. Seharusnya mencari tempat sepi nan nyaman. Tempat nyaman akan membantu berpikir jernih dan mungkin saja di situ kita bisa menemukan solusi dari semua masalah selain dengan cara bunuh diri.
2. Siapkan alat pembunuh paling ampuh.
Kita seringkali menjumpai kejadian orang bunuh diri namun gagal mati. Hendak gantung diri, bentar lagi mati, lahh talinya malah putus. Terlanjur melompat dari ketinggian, cuma patah tulang. Ujung-ujungnya masuk rumah sakit. Semua orang cemas, semua orang repot.
Kita seringkali menjumpai kejadian orang bunuh diri namun gagal mati. Hendak gantung diri, bentar lagi mati, lahh talinya malah putus. Terlanjur melompat dari ketinggian, cuma patah tulang. Ujung-ujungnya masuk rumah sakit. Semua orang cemas, semua orang repot.
Jika mau gantung, beli talinya di toko matrial terbaik, siapkan simpul paling erat, kalo nggak bisa ya minta tolong sama kakak pembina pramuka.
Kalau pakai cara iris pergelangan tangan ya asah dulu pisaunya, tes dulu buat sembelih kambing. Sate kambingnya, dibakar, enak to?
Yakin kamu mau ninggalin hidup yang rasa satenya enak banget?
3. Buatlah Surat Wasiat yang Sederhana.
Siapapun yang nantinya kehilangan kamu pasti akan sedih dan suasana akan jadi drama banget. Jadi jangan tambah kesedihan mereka dengan suratmu yang kalimatnya bertele-tele. Buatlah sesimpel mungkin namun padat makna. Yakni, surat yang saat dibuka beraroma kekecewaan hidup. Kalimat pertama haruslah mampu membuat pembaca tidak mau mengalihkan perhatiannya ke selain tulisan itu.
Siapapun yang nantinya kehilangan kamu pasti akan sedih dan suasana akan jadi drama banget. Jadi jangan tambah kesedihan mereka dengan suratmu yang kalimatnya bertele-tele. Buatlah sesimpel mungkin namun padat makna. Yakni, surat yang saat dibuka beraroma kekecewaan hidup. Kalimat pertama haruslah mampu membuat pembaca tidak mau mengalihkan perhatiannya ke selain tulisan itu.
Pastikan kalimatnya efektif sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai EYD. Dilarang plagiat mengutip kata orang lain. Masa kamu nggak mau ninggalin quote inspiratif bikinan sendiri yang keren? Gimana, bisa bikinnya kan? Susah sulit? Kalau begitu ikut kelas menulis belajar sama pak lek dulu.
Kamu dinyatakan belum layak untuk bunuh diri sekarang.
Kamu dinyatakan belum layak untuk bunuh diri sekarang.
4. Bunuh sifat "diri" kamu yang sekarang.
Dengan dalih hidup yang berat, kejam, dan keras, bukan berarti itu bisa membenarkan keputusan untuk bunuh diri. Hidup memang berubah, tapi manusianya juga bisa berkembang. Kalau kamu tidak sanggup untuk hidup, berarti kamu salah memilih peran sebagai manusia. Bunuh diri kamu yang sekarang, bunuh saja rasa dendam yang membuat kamu ingin pergi dari hidup ini, lalu belajarlah memilih peran yang lebih baik dan pilihlah cara hidup yang lebih dinamis berkembang penuh optimis.
Dengan dalih hidup yang berat, kejam, dan keras, bukan berarti itu bisa membenarkan keputusan untuk bunuh diri. Hidup memang berubah, tapi manusianya juga bisa berkembang. Kalau kamu tidak sanggup untuk hidup, berarti kamu salah memilih peran sebagai manusia. Bunuh diri kamu yang sekarang, bunuh saja rasa dendam yang membuat kamu ingin pergi dari hidup ini, lalu belajarlah memilih peran yang lebih baik dan pilihlah cara hidup yang lebih dinamis berkembang penuh optimis.
Eh, btw pak lek sedang menasehati siapa?
Comments
Post a Comment