Enaknya di Semester Tiga



Enaknya di Semester Tiga
Fkr.Mstf

Bisa dibilang ini masa kejayaan saya,
Butuh apa-apa
Tinggal telpon orang tua,
Langsung transfer via BCA,
Cair … cair…. Minimal satu juta.

Cukuplah untuk uang jajan saya,
Bisa buat icik kiwir hura-hura,
Nyanyi, ngopi, kota-kota, sini sana,
Dengan siapa saja asal suka.

***

Pernah daftar organisasi sudah ngaku aktivis,
Menjadi panitia ospek bertindak sadis,
Orasi ludah muncrat mengalahkan hujan
gerimis,
Adik kelas sampe nangis-nangis.

Menganggap diri paling idealis,
Golongan lain dipandang sinis,
Seenaknya menuduh semua orang oportunis,
Anak kos dituduh hedonis,
Mahasiswa baru dituduh apatis,
Birokrasi antek-antek kapitalis,
Ormas lain dituduh rasis,
Mahasiswa kerja dianggap pragmatis.

Kebijakan apapun dibilang mengekang,
Nasehat dosen selalu dibangkang,
Jangankan dosen, Tuhan saja ditantang,
Mentang-mentang . . .
Baru saja baca buku-buku terlarang.

***
Tiga tahun lewat ternyata tidak terasa,
Pagi kuliah, lanjut diskusi, debat, kagak mikir kerja,
Aduh amunisi habis lagi, kagak apa-apa,
Cukup kontak lagi orang tua,
Cair lagi Via BCA,
Tidak tahu yang dirumah repot kerja apa.

Hingga suatu ketika,
Merasa diri terkena karma,
Semester akhir terasa sengsara,
Ujung-ujungnya wisuda tertunda-tunda.

***
Cukup sekian petuah saya,
Semoga kalian sadar setelah membaca,
Agar hidup lebih berguna,
Makanya . . .
Sering-sering saja baca tulisan saya punya,
Nama asli fikri mustofa,

Aktivis muda berbakat produktif inspiratif progresif revolusioner multitalenta,
Awokwokwok Weka weka weka.

FKR.MSTF

Tulungagung, 28 Pebruari 2015
Oleh Fikri Calon Sarjana Berguna di Desa

Comments

Popular posts from this blog

Aku di Rumah Janda

Rintihan Aktivis Hormonal; Kisah Haru Si Bekos

Menjadi Penulis Tanpa Bayaran