Strategi Menjadi Juara Kampus

Hai semua go-bloggers yang ada di seluruh belahan dusun di Indonesia. Maaf, pak-lek lama nggak muncul. Trik pasar memang seperti ini, lama tidak memunculkan produk agar publik tidak sabar menunggu-nunggu, kemudian akan menyambut kembali dengan sangat histeris. Meskipun ada kemungkinan lain, yakni pelanggan kabur.

Akhir-akhir ini pak-lek masih sibuk menulis karya yang relevan dengan persoalan bangsa dan negara. Namun, di tengah-tengah kesibukanku, ada saja mahasiswa baru yang tiba-tiba menggangguku, meminta pak-lek untuk membuat tulisan yang berkaitan dengan bangku kelas perkuliahan di semester awal.

Meskipun permintaan itu (seolah) menjatuhkan reputasiku sebagai penulis papan atas, namun tak apalah sesekali dituruti saja, karena pak-lek tetap milik kalian semua. Lagian, saya yang terbiasa sanggup meladeni membuatkan tulisan untuk calon doktor, mosok kagak siap  meladeni anak kecil semester satu saja, gengsi donk. Meskipun sebenarnya saya tidak punya stock tulisan remeh temeh macam itu.

Entah kenapa mahasiswa baru ini begitu ngotot memintaku menulis, mungkin terpukau simpatik setelah tak sengaja buka halaman dinding saya, lantas meng-klik sebuah tautan terkenal: fikri-go.blogspot.com,. Setelah membaca tulisan pak-lek, mungkin beberapa saat kemudian, dia berpikir “Alhamdulillah, saya telah menemukan guru yang tepat, yang selama ini aku cari-cari”.


***

Pengalamanku berjejaring (termasuk dengan facebook) memang membuat kita semua terhubung  antara satu dengan yang lainnya. Tidak peduli siapapun: tua, muda, cakep (seperti pak-lek), jelek (kemungkinan besar itu kamu), miskin, kaya, tolol, licik dan sebagainya. Kita semua saling kenal dan memudahkan berbagi. Nah, dari sekian jejaring yang ada, tiba-tiba saya teringat, pak-lek pernah berguru kepada seseorang di salah satu universitas di Madura, namanya pak-dhe dalbo, kebetulan pernah menulis tentang “tips menjadi juara kelas”. Kayaknya tema tulisan inilah yang cocok dibutuhkan mahasiswa kekinian. Ini pasti lebih berguna ketimbang tulisan perihal pertaruhan idealisme dan perpolitikan di kampus.

Tugas saya tinggal mengkaji ulang, menelaah tips pak-dhe dalbo itu, kemudian memodifikasi disesuaikan dengan konteks mahasiswa sekarang, serta sedikit merubah menjadi bahasa manusia yang paling mudah dipahami. Selesai sudah, tinggal mempersembahkan kepada go-bloggers semua. Taraaaaa.


STRATEGI MENJADI JUARA KAMPUS

Kali ini, saya akan membagikan ilmu dari guru panutanku, Pakdhe Dalbo. Suatu resep supaya kalian bisa menjadi pemenang di kelas. Bahkan juara sejati di kampus. Perhatikan, berikut kiat-kiatnya:

1. Rajin belajar. Ini adalah dasar paling utama.

2. Banyak membaca hal-hal di luar lingkup mata kuliah. Ini penting, membuat anda bisa menjadi lebih berwawasan luas. Bekal wawasan luas ini bisa sebagai modal menjalankan langkah ke 6 nanti.

3.  Rajin bergaul dengan semua kalangan, ini penting sebagai modal untuk memuluskan langkah ke-7 nanti.

4. Jangan malu bertanya dengan siapapun yang kalian anggap mumpuni. Baik itu dosenmu, teman, ortu, pacar, mantan pacar, mantan calon pacar, atau tanya hewan peliharaanmu.

5. Teruslah menulis. Hal ini berguna untuk mendokumentasikan pengetahuanmu.

***

6. Jadilah virus bagi teman-temanmu yang pandai. Caranya: pertama, dengan sedikit modal, kamu racuni temanmu dengan game terbaru. Nah, saat dia sibuk ngegame, kamu belajar yang rajin.

Kedua, kamu download video bokep 3gp, masukin HPmu (jangan ditonton ya, kalau sedikit gak apa-apa deh), kemudian dengan dalih pinjem HP dan kirim video tadi lewat SHAREit. Meskipun pada awalnya dia akan menghapus video tadi, tapi lama-kelamaan dia berpikir untuk nonton juga. Bahkan, sekalipun pada awalnya agak kurang suka, dari sini pikirannya sudah tidak fokus dengan pelajarannya. Dan amati saja, pas bapak / ibu dosen menerangkan, dia akan sering ngecek HP-nya dengan senyam senyum mesum lantas berakhir di kamar mandi.

7. Kalau tidak punya modal, lakukan cara ini:
Pertama, Manfaatkan sumber daya yang ada. Termasuk sumber-sumber ilmu pengetahuan seperti buku, dengan berprinsipkan pada peribahasa ini “Hanya orang bodoh yang mau meminjamkan bukunya pada orang lain. Tapi akan lebih bodoh lagi, jika sudah dipinjami buku, tapi anda mau mengembalikan”. Intinya, kita bisa berikhtiyar dengan cara meminjam.

Kedua, kalian harus menjodoh-jodohkan dia dengan teman sekelas anda yang paling cakep. Seumpama mereka tidak suka, tetep saja jodoh-jodohin. Hanya soal waktu, dia akan kepikiran. Nah saat itu kita belajar mati-matian untuk kemajuan kita.

Ketiga, kalian harus mulai berteman dengan gankster kampus, atau pakai preman kampung juga boleh. Jadi, buatlah hari-hari sainganmu itu sibuk dengan rasa takut terror dari preman-preman itu. Jangan berlebihan terornya, cukup yang ringan-ringan saja, seperti: mengancam akan mencolek pantatnya, memenuhi kotak pinsilnya dengan bulu ketiak orang sekampus. Kreasikan sendiri karya terormu.

Keempat, kirim pesan singkat ke nomornya, sugestikan ke alam bawah sadarnya dengan kata-kata seperti ini: “Saya adalah pemalas tak berguna yang pernah hidup di bumi ini” (lakukan tiga kali sehari, seperti minum obat). Nb: usahakan kau kirim itu jam tiga pagi. Saat dia membaca pesan itu dalam kondisi bangun tidur, itu yang efektif.

8.  Kepada dosenmu, kalian harus bersikap baik. Contohnya, membayari makanan dan minumnya saat beliau tidak membawa uang, atau kehilangan uang. Uang itu bisa diperoleh dengan cara meng-isukan dosen tersebut kena penyakit ganas, kemudian kamu bisa meminta sumbangan, dan kamu yang mengelola uang itu (jangan sampai ketahuan) dan katakan pada teman anda agar jangan cerita kepada orang lain sebab kalau ibu/bapak dosen tau bisa gawat. Sampaikan kepada temanmu “proyek ini jangan sampai bocor, sebab kita semua sudah terlanjur terlibat”. (Lakukan dengan bisik-bisik serta membelai rambut temanmu).

9. Setiap pagi, anda harus membawa jajanan special dari rumah, lalu bagikan pada teman sekelas. Usahakan bagikan kepada mereka yang tergolong pintar, tapi jangan lupa anda memberikan obat pencuci perut pada jajanan anda, atau bisa juga menyelipkan krikil. Hal ini dimaksudkan agar ketika guru anda menerangkan, mereka mules-mules, mencret, dan sibuk antri di kamar mandi. Dan giliran anda yang mendengarkan penjelasan dengan baik.

10. Sebenarnya, menurut pakdhe-ku yang dalbo itu, di langkah yang terakhir ini ada mantra khusus untuk membuat semua orang bertekuk lutut dan menjadi malas beraktivitas. Yang dibacakan di depan kelas dengan ekspresi menghentak-hentak. Namun sayang sekali, sebenarnya saya kurang berani menularkan, sebab belum izin beliau. Tapi, nggak apa-apalah sesekali mencuri ilmu, lha Ken Arok saja berani merampas pusaka Tunggul Ametung. Berikut mantranya:

“Blog-go-blog. Polomu go-blog-go-blog, kanuraganku sak pirang-pirang, elmuku sak gunung-gunung, ora ono tandinge. Oo oo o tipiku tipimu murupo, Lepiku lepimu murupo, tinggalen kangenmu nang kuping muni nguing-nguing nggatelno kuping. Maleso kancaku turuo ning omah kono, iki duduk panggonanmu, iki panggonanku, muliho ngempengo marang makmu terus nyitak’o boto. Iki dudu omahmu, dudhu panggonmu, dudhu sekolahmu. Muliho kabeh”.


***
Demikian tipsnya, tapi efektif tidaknya kagak berani jamin. Kalau kamu berhasil menjadi juara kelas, jangan lupa saya ditraktir. Salam sayang selalu. #Kecup kening.

FKR.MSTF

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aku di Rumah Janda

Rintihan Aktivis Hormonal; Kisah Haru Si Bekos

Menjadi Penulis Tanpa Bayaran