Spekulasi dengan nama baru
Nama yang sudah terlanjur di cap bobrok, maka sampai selamanya akan tetap bobrok. Begitulah pengakuan banyak orang - kebanyakan yang saya dengar. Entah itu sistem organisasi ataupun reputasi pribadi.
Mungkin ini yang dimaksud oleh kakekku tentang aib.
Apa yang terbenak oleh masyarakat ketika mendengar nama Indonesia. Kalahan, miskin, korup, dan lain-lain. Begitu bukan? Sekalipun negara ini telah dibenahi dengan berbagai regulasi dan segudang peraturan yang jumlahnya membuat nafsu makan sarapanku semakin gak enak.
Sampai-sampai, banyak diantara yang berpikiran fundamental untuk merubah nama Indonesia. Entah dengan nama apa saja. Asalkan jangan IndONEsia. Terserah. Baik itu Outnesia, IndTWOsia, IndTHREEsia, ataupun Indonecieeaaa. Silahkan, asalkan nama baru.
Sampai-sampai, banyak diantara yang berpikiran fundamental untuk merubah nama Indonesia. Entah dengan nama apa saja. Asalkan jangan IndONEsia. Terserah. Baik itu Outnesia, IndTWOsia, IndTHREEsia, ataupun Indonecieeaaa. Silahkan, asalkan nama baru.
Entah logis ataupun tidak menurut persepsi kalian terkait usulan saya tersebut. Yang jelas, kita tidak memungkiri bahwa masyarakat butuh hal yang baru.
Maksud saya, silahkan persiapkan nama baru untuk mengganti nama lama yang reputasinya terlanjur sudah negatif di telinga kita. Baik itu negara, organisasi atau nama kamu.
Maksud saya, silahkan persiapkan nama baru untuk mengganti nama lama yang reputasinya terlanjur sudah negatif di telinga kita. Baik itu negara, organisasi atau nama kamu.
Barangkali namamu terlanjur tidak menjual. Ganti nama saja. hehe. Sekali-kali spekulasi dimulai dari hal yang tidak logis seperti ini. Siapa tahu kebentungan berpihak. Semumpung ini pas tahun baru, katanya serba ingin yang baru-baru. Asalkan jangan ganti istri baru.
Topik mengenai hal ini, akan saya lengkapi di lain hari, sebab saya sudah ngantuk.
Mohon dimaklumi ya.
Comments
Post a Comment